Blog image

Admin

10 December 2021, 08:38

Jangan Buang Waktu untuk Mengeluh

Di sebuah desa, Semar dan anak-anaknya, Gareng, Petruk dan Bagong hidup dengan rukun bersama dengan warga desa. Setiap hari, di balai desa, Semar dan anak-anaknya mendengarkan para warga desa yang datang kepada Semar. Pak Wiryo mengeluhkan harus berangkat pagi-pagi sekali untuk bekerja di kota, Ibu Srini mengeluhkan anakya yang bermain gadget terus, Si Otong mengeluhkan kenapa ibunya marah-marah terus jika bermain gadget padahal ia sudah belajar,dan lain sebagainya. Anehnya mereka mengeluhkan masalah yang sama setiap harinya.

Bagong yang hampir setiap hari menemani Semar mendengarkan keluhan warga, mulai bosan. Ia berkata kepada Semar, “Romo Semar, kenapa sih mereka mengeluhkan hal yang sama setiap hari? Apa tidak ada jalan keluar bagi masalah mereka?”, tanya Bagong. Semar hanya tersenyum.

Esoknya, Semar mengumpulkan para warga. Ia pun menceritakan lelucon jenaka dan semua warga tertawa.

Hari berikutnya, Semar kembali mengumpulkan warga. Sama seperti kemarin, ia menceritakan lelucon yang sama. Warga hanya tersenyum.

Hari terakhir, Semar sekali lagi mengumpulkan warga. Untuk ketiga kalinya, ia menceritakan lelucon yang sama. Tidak ada warga yang tertawa atau bahkan tersenyum.

Salah satu warga bertanya. “Pak Semar, apa tidak ada lelucon baru? Kami sudah bosan”. Semar pun tersenyum sambil berkata,

“Kalian tidak bisa terus tertawa karena lelucon yang sama, kenapa kalian terus menangisi dan mengeluhkan masalah yang sama?”

Jangan buang waktu dengan mengeluh. Keluhan tidak akan menyelesaikan masalah. Jika ada hal yang bisa kita ubah, ubahlah. Jika tidak bisa, bersyukurlah. Masih banyak yang tidak seberuntung kita di luar sana”.

Para warga akhirnya mengerti, mereka meminta maaf kepada Semar, dan berjanji mengganti keluhan dengan lebih banyak bersyukur.