Blog image

Admin

22 October 2021, 17:42

Kuat dilakoni (dijalankan), gak kuat ditinggal NGOPI

Suatu pagi, Bagong menghampiri ayahnya, Semar, yang hendak membuat kopi.

"Romo Semar, kenapa sih, Romo suka banget ngopi?", tanya Bagong.

"Gong, ngopi itu selain ada manfaatnya tapi juga ada falsafahnya"

"Nah kalau manfaat ngopi apa Romo?", tanya Bagong.

"Manfaatnya membuat tubuh kita sehat", kata Semar.

"Lalu falsafahnya?", tanya bagong lagi.

"Nah Falsafah Ngopi itu, sini Romo jelaskan", kata Semar.

Sambil memegang bubuk kopi, Semar menjelaskan. NGOPI itu adalah NGOlah PIkiran, semula kopi itu rasanya PAIT (pahit). Tapi sepait-paitnya kopi bisa dibuat LEGI (manis).

LEGI itu artinya LEGowo ning atI / Berlapang Dada Hatinya, caranya harus di tambahi GULO (gula).

GULO itu berarti GULangane RosO / Mengelola Perasaan Baik, yang berasal dari TEBU.

TEBU itu artinya anTEb Ning kalBU / Mantab Hatinya.

Lalu di wadahi CANGKIR.

CANGKIR itu nyanCANGne piKIR / Menguatkan Pikiran,

trus disiram WEDANG (air panas). WEDANG itu WEjangan sing marahi paDANG / Nasehat Yang Menentramkan Hati.

Lalu jangan lupa di UDHEG (aduk). UDHEG itu Usahane Ojo Nganti Mandeg / Usaha Jangan Sampai Berhenti. Nah kalau mengaduk menggunakan SENDOK. SENDOK itu Sendhekno Marang Sing Nduwe Kautaman/ Pasrahkan Pada Yang Maha Kuasa. Kemudian diamkan sebentar biar agak ADEM (dingin/hangat). ADEM itu berarti Ati digowo Lerem/ Hati Jadi Tenang.

Setelah kopi jadi baru di SERUPUT 9diminum pelan-pelan). SERUPUT itu Sedoyo Rubedo Bakal Luput) / Semua Godaan akan Terhindar.

"Begitu Gong falsafah dari NGOPI", kata Semar

"Wah kalau begitu aku juga mau ngopi Romo"

"Ya kamu bikin sendirilah Gong. Kita ngopi bareng", kata Semar.