Blog image

Admin

19 September 2022, 13:43

BISNIS WARGA BADUY LUAR MAKIN MONCER BERKAT KURIR ONLINE DAN INTERNET

Di era digitalisasi ini, bisnis bisa dilakukan kapan dan di mana saja. Dari pinggir pantai sampai di pegunungan. Hal ini bisa menjadi sangat mudah jika sudah ada fasilitas logistik seperti ekspedisi yang bisa antar jemput barang kiriman.
Salah satu pebisnis dari Baduy Luar, Ako Sarka menceritakan jika dia menjual berbagai cinderamata Baduy tak cuma di depan rumahnya, tapi juga di e-commerce dan media sosial. Penjualan dengan internet ini membuat jangkauannya semakin luas ke seluruh Indonesia.

Sekadar informasi suku Baduy terbagi dua menjadi Baduy Luar dan Baduy Dalam. Di Baduy Luar, warganya boleh menggunakan barang elektronik dan bisa menggunakan alat transportasi.

Karena itu Sarka bisa menjual suvenir yang dibuat bersama istrinya melalui marketplace dan toko online di Instagram. Dia mengungkapkan untuk berjualan di e-commerce dia belajar secara otodidak.

"Awal pandemi penjualan sempat turun, karena nggak ada aktivitas juga. Akhir 2020 mulai naik lagi penjualan banyak orang yang beli lewat online juga," kata Sarka kepada detikcom belum lama ini.

Sarka mengungkapkan, untuk pengiriman biasanya dia memanfaatkan jasa jemput paket, hal ini untuk mempermudah penjualan. Salah satunya dari TIKI yang menyediakan jasa jemput paket tanpa biaya tambahan.

"Karena kita kan jauh dari pedalaman, jadi sangat membantu kalau bisa pick up di tempat, jelas dia.

Biasanya Sarka akan menghubungi pihak TIKI dan janjian mengatur waktu untuk penjemputan barang yang akan dikirim kepada pembeli.

Harga suvenir handmade yang ditawarkan mulai dari Rp 35 ribu hingga Rp 200 ribu ini tergantung dari ukuran dan motif. Ada juga kain tenun yang dibanderol mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 1,5 juta. Tergantung dari ukuran dan lamanya pembuatan.

Untuk penjualan di rumahnya, Sarka juga memiliki QR code dari QRIS. Dia menyebutkan dengan QRIS ini juga memudahkan para pembeli yang kehabisan uang tunai.

Jadi bisa membayar menggunakan aplikasi e-wallet atau mobile banking. "Untuk bayar bisa pakai uang cash atau QRIS ini, habis bayar langsung ada notifikasi SMS yang masuk jadi mudah dan aman," imbuh dia.

Selain berbisnis suvenir, Sarka dan istrinya juga bercocok tanam seperti padi dan mengutamakan tanaman tumpang sari, jagung dan pisang.

Kurir TIKI yang mengantarkan paket ke wilayah Baduy Dalam dan Baduy Luar, Akbar Fadilah mengungkapkan dia sudah menjalankan tugas selama 1,5 tahun.

TIKI sendiri memiliki jadwal satu minggu dua kali untuk pengantaran ke wilayah Baduy. Untuk barang yang besar, biasanya dia menggunakan mobil dan barang kecil pakai motor.

Tadinya wilayah Baduy merupakan Luar Batas Antar (LBA). Jadi para penerima akan dihubungi untuk mengambil paket di kantor ekspedisi terdekat.

"Tapi dengan layanan antar jemput ini, para pelaku usaha kecil di wilayah Baduy bisa dengan mudah mengirim atau menerima barang yang diantarkan oleh TIKI," jelas dia.

Saat ini khusus Baduy, orang yang mau mengirimkan paket atau jemput paket bisa menghubungi kurir via whatsapp. Tapi TIKI sekarang juga punya layanan Jemput Online atau biasa dikenal dengan Jempol. Akbar menjelaskan ini adalah layanan yang berbasis aplikasi. Jadi pengguna bisa booking pengiriman paket agar dijemput kurir. Selain itu di Jempol ini juga bisa mengecek posisi paket sehingga pengiriman menjadi lebih praktis.

Peneliti Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Eliza Mardian mengungkapkan aktivitas pengiriman barang ini bisa membuka lapangan ekonomi baru di sebuah wilayah.

Eliza menyebut jika suatu daerah sudah terjangkau kurir maka akan banyak peluang usaha yang akan terbuka. "Apalagi pandemi COVID-19 ini telah mendorong orang-orang untuk berbelanja di e-commerce, sehingga peluang usaha untuk para pebisnis di berbagai daerah makin terbuka untuk menjual produknya secara online," jelas dia.

Menurut Eliza adanya kurir yang rela berjalan kaki untuk mengirimkan dan menjemput paket merupakan dedikasi tinggi dan mencerminkan dukungan penuh untuk wilayah tersebut agar roda perekonomian tetap bergerak.

Eliza menambahkan dari pemerintah daerah sebaiknya mendukung dengan infrastruktur yang memadai. Lalu usaha-usaha kecil di daerah itu juga bisa diberi akses permodalan, pelatihan serta mempromosikan produk agar bisa menarik konsumen.

"Jadi saat ini dengan digitalisasi faktor geografis dan lokasi tak lagi jadi penghalang untuk orang-orang yang mau bertransaksi. Karena pembeli maupun penjual dimanapun selama masih ada jasa kurir masih bisa dilakukan," ujarnya.

Penjualan melalui e-commerce tahun 2022 ini ditargetkan Rp 536 triliun. Bank Indonesia (BI) menyebutkan jika transaksi online ini bisa naik 31%.

Kemudian dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyebut jika penduduk Indonesia sebanyak 77% sudah menjadi pengguna internet.

Dari data APJII pada 2022 pengguna internet mencapai 210 juta. Terus naik dibandingkan periode sebelum pandemi yang mencapai 175 juta.

sumber: https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-6233940/bisnis-warga-baduy-luar-makin-moncer-berkat-kurir-online-dan-internet/2