Blog image

Asrindra B.W

25 June 2021, 13:40

Semut dan Kepompong

“Mama lagi ngapain?”, tanya Ana ketika melihat Tita, mamanya, sedang menyiram tanaman di halaman rumah. “Ini lagi menyiram tanaman. Tadi pagi Mama pesan selang baru pakai layanan PUTAR dari TIKI, eh sore ini sudah samapai selang barunya. Ana mau bantu Mama menyiram tanaman?”, tanya Tita. Ana mengangguk. Lalu ia mengambil selang dari tangan ibunya dan mulai menyiram tanaman. Tiba-tiba ia melihat sesuatu. “Mama itu apa?” tanya Ana sambil menunjuk ke sebuah benda aneh yang tergantung di ranting tanaman. “Oh itu kepompong “, jawab Tita. “Kepompong adalah ulat yang akan berubah menjadi kupu-kupu”, jawab Tita. Ana tidak menjawab, ia sangat penasaran dengan kepompong. Ia melepaskan selang yang di pegangnya dan mendekati kepompong itu.

Sudah beberapa lama Ana memperhatikan kepompong itu, sampai ia tidak menyadari kalau Ibunya sudah membereskan selang dan sekarang membawakannya makan siang. “ Ana ayo kita makan dulu, kata Tita. “Nah sambil makan, Mama ada cerita nih tentang Semut dan Kepompong, Ana mau dengar gak?”, tanya Tita. “Mau Ma”, kata Ana. Dan Tita pun mulai bercerita.

Pada suatu hari, ada seekor semut sedang berjalan-jalan di taman. Ia memang setiap pagi berjalan-jalan di taman itu. Tiba-tiba ia melihat sesuatu yang aneh. Ternyata ia melihat kepompong yang menggantung si sebuah ranting. Semut pun berkata kepada kepompong. “Hei Kepompong, buruk sekali nasibmu. Sudah jelek, cuma bisa menggantung saja di sana. Ayo turun sini, kita jalan-jalan menikmati taman”, ejek Semut kepada Kepompong. Mendengar ejekan Semut, Kepompong memilih diam saja dan tidak menanggapinya.

Beberapa hari kemudian, hujan lebat turun membasahi taman itu. Si Semut yang sedang berjalan pagi tidak menyadari ada sebuah kubangan lumpur. Ia terjatuh ke dalam kubangan itu. “Tolong! Tolong aku!”, teriak Semut. Tapi tidak ada yang mendengar teriakan semut. Semut berteriak lagi dan mengerahkan seluruh kemampuannya untuk keluar dari kubangan itu. Namun semua usahanya sia-sia dan ia menjadi kelelahan.

Saat semut sudah putus asa, seekor kupu-kupu melintas di atasnya. Kupu-kupu itu ternyata sudah mendengar teriakan semut dari jauh. Kupu-kupu itu segra mengambil ranting tanaman. “ Ayo pegang ranting ini kuat-kuat.Aku akan mengangkatmu”, kata Si Kupu-kupu. Semut berpegangan erat ke ranting itu. Dan kupu-kupu pun mengangkatnya hingga semut terbebas dari kubangan lumpur.

“Terimakasih ya, hampir aku tenggelam dalam kubangan itu”, kata semut. “Iya semut aku gak lupa suaramu “, kata kupu-kupu. “Loh memang kapan kita bertemu?”, tanya semut. “Beberapa hari yang lalu saat aku masih jadi kepompong dan kau mengejek aku, kamu ingat gak?”, jawab kupu-kupu. Semut menjadi malu dan ia pun minta maaf telah mengejek kupu-kupu. Kupu-kupu tersenyum ia mengatakan bahwa ia sudah memaafkan si Semut. Dan kini semut dan kupu-kupu pun bersahabat.

“Nah Ana, kita juga tidak boleh membalas kejahatan dengan kejahatan dan tidak boleh menaruh dendam kepada orang lain. Seperti Si Kupu-kupu meski sudah diejek dan disakiti, tapi tetap mau menolong Si Semut”, kata Tita menjelaskan. Yuk sekarang di habiskan makannya ya”. “Iya Ma”, jawab Ana sambil melanjutkan makan siangnya.