Blog image

Admin

07 September 2022, 09:15

LAYANAN PENGIRIMAN ANIMAL LIFE TIKI KUNCI MONCERNYA BISNIS HEWAN PELIHARAAN

Bisnis hewan peliharaan belakangan menjadi bisnis yang sangat menjanjikan. Terbukti dengan meningkatnya permintaan pembelian hewan peliharaan. Sayang, tak semua perusahaan bisa memfasilitasi pengiriman satwa seperti ini karena beberapa alasan.

Menjawab tantangan tersebut, PT Citra Van Titipan Kilat atau TIKI mencoba memberi solusi sekaligus menangkap peluang yang menjanjikan ini.

“Kuncinya kalau pengiriman lancar, pebisnis panen orderan,” ucap Tegar Awan Sabrang Cakrawala, 32, pelaku bisnis jual-beli satwa eksotik dan pembudidaya berbagai jenis reptil kepada Jawa Pos Radar Solo, Jumat (19/8).

Tegar telah akrab dengan dunia reptil sejak 2009. Pria yang dulunya murni sebagai pehobi ini mulai melirik potensi bisnis di balik meningkatnya penggemar satwa eksotik kala itu.

“Awalnya saya murni pehobi, jadi beli reptil untuk dipelihara. Tapi karena permintaan dari kawan-kawan banyak, akhirnya secara tidak sadar saya masuk ke jual-belinya, ternyata hasilnya lumayan,” ucap dia.

Dari membeli untuk koleksi pribadi, Tegar mulai melakukan jual-beli secara kecil-kecilan. Uang hasil bisnisnya itu pun bisa dipakai untuk memperbanyak koleksinya.

Selain itu, dengan keuntungannya yang meski masih belum begitu besar kala itu, jiwa bisnis Tegar mulai jalan. Dia mulai membudidayakan sejumlah reptil hingga bisnisnya besar saat ini.

“Dari murni sebagai pehobi, kemudian 2015 saya sudah bisa membudidayakan beberapa reptil seperti iguana dan bearded dragon. Kemudian, terus berkembang budidaya beberapa reptil lain, seperti jenis kadal-kadalan, kura-kura darat dan sebagainya. Untuk jual belinya hampir semua jenis reptil pernah saya jual. Tapi untuk budidaya memang baru beberapa,” kata owner Repilles itu.

Pria yang namanya kini disegani di kalangan pencinta reptil dan beberapa kali didapuk menjadi juri kontes kencantikan reptil itu mengaku, perkembangan bisnis yang sedemikian menjanjikan itu tidak hanya karena kegigihannya dalam budidaya dan promosi.

Salah satu aspek penting dalam pengembangan bisnisnya adalah memiliki rekanan yang terpercaya. Terutama rekan ekspedisi untuk berkirim reptil ke pembeli. Tegar mempercayakan keamanan satwa dan bisnis yang dia kembangkan itu kepada TIKI sejak awal usahanya berdiri sampai saat ini.

“Dari awal saya memang pakai TIKI, apalagi waktu TIKI membuka kesempatan untuk berkirim reptil. Saat jasa pengiriman yang lainnya angkat tangan, TIKI hadir dengan layanan ini. Beberapa tahun lalu TIKI sempat melayani pengiriman untuk seluruh Indonesia. Tapi untuk saat ini dari Solo hanya bisa kirim ke Bali, Madura, dan sebagian Pulau Sumatra bagian selatan,” papar dia.

Untuk berkirim reptil menggunakan TIKI, pria yang sering meyabet gelar juara untuk kelas iguana itu selalu melengapi semua persyarakan. Saat sudah sepakat dengan pembeli, Tegar akan lebih dulu ke Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kota Solo untuk mengurus izin surat keterangan kesehatan hewan (SKKH).

Jika surat itu sudah keluar, ia harus bertolak ke Balai Karantina Kelas II Jogja untuk mengurus surat izin karantina. Saat semua sudah lengkap, Tegar baru akan mem-packing reptil yang hendak di kirim menggunakan TIKI.

Seller yang amanah itu ya harus lengkap surat-suratnya biar lebih aman. Nah, setiap cari SKKH dan surat karantina, hewan yang mau dikirim harus dibawa. Karena hewan akan dicek kesehatannya. Begitu juga saat cari surat karantina karena darahnya akan dimabil untuk uji lab untuk memastikan sehat sebelum dikirim. Dari TIKI-nya syaratnya juga seperti itu,” beber Tegar.

Jawa Pos Radar Solo beruntung lantaran Jumat (19/8) sore itu, Tegar hendak mengirimkan baby atau anakan sulcata (kura-kura darat asal Afrika, Red) dan bearded dragon yang sudah berhasil dia budidayakan. Baby sulcata dan bearded dragon itu akan dikirim ke seorang pembeli di Bandung, Jabar dan Gresik, Jatim.

Tampak, reptil sudah dikemas apik dan aman dalam sebuah wadah yang dibalut dengan kardus. Reptil itu kemudian dibawa ke salah satu gerai TIKI langganan Tegar. Dari rumahnya yang ada di Desa Siwal, Baki, Sukoharjo, Tegar menempuh perjalanan 30 menit dengan kendaraan roda empat untuk bisa sampai ke gerai TIKI langganan yang ada di Ngadirejo, Kartasura, Sukoharjo.

“Kebetulan hari ini pengirimannya masih seputar Pulau Jawa, satu baby sulcata ke Bandung dan satu bearder dragon ke Gresik. Saya biasanya saya ambil yang ONS (over night service) karena sehari bisa sampai. Tapi kalau adanya yang TDS (two day service) paket yang reguler (3-4 hari) juga tidak masalah. Yang penting surat-surat lengkap dan packing-nya benar,” terang dia.

Bagi Tegar, perusahaan pengiriman yang baik merupakan kunci kesuksesannya dalam menjalankan bisnis jual-beli hewan eksotik itu. Tanpa jasa pengiriman yang baik dan kurir yang memahami nilai pentingnya seorang pelanggan, bisnis yang dia rintis tentu tidak akan sebesar saat ini. Apalagi yang dikirim adalah sesuatu yang bernyawa sehingga ketepatan waktu dan pelayanan prima menjadi kunci utama.

“Yang dikirim ini kan sesuatu yang bernyawa ya, memang ketepatan waktu dalam pengiriman sampai ke tujuan itu jadi hal utama. Karena telat satu-dua hari dalam pengiriman, tingkat kematian makin tinggi. Jadi makin riskan selamat sampai tujuan. Sejauh ini TIKI selalu tepat waktu, makanya pelanggan saya juga selalu puas beli reptil dari saya,” kata Tegar.

Tak ayal, bisnis yang diawali dari aksi coba-coba itu, kini lebih menjanjikan dari bisnis utamanya di ranah jual beli komputer. Bahkan bisa dibilang saat ini omzet jual-beli reptil ini sudah melampaui jual-beli komputer yang sudah dilakoni Tegar sejak 2011 lalu.

Dia mengaku, hasil jual-beli hewan reptil itu sudah bisa membuat dirinya menambah satu-dua aset. “Sejauh ini bisnis jual-beli reptil masih menjanjikan. Untung juga ada TIKI yang masih bisa melayani pengiriman ke luar pulau untuk reptil. Andai saja TIKI nyetop pengiriman reptil, tentu pengusaha seperti saya ini akan kebingungan karena mayoritas pembeli reptil itu memang dari luar Pulau Jawa,” beber dia.

Hal serupa diungkapkan Ricky Setiawan, 30. Pengusaha jual-beli ikan hias dan peternak ikan guppy ini menekuni bisnis hewan peliharaan sejak 2013 l. Dia telah diakui di skala nasional bahkan internasional karena dipercaya sebagai peternak yang menjaga kualitas baik. Ricky pun selama ini menjadi langganan juara kontes ikan guppy dan sering didapuk sebagai juri kontes skala nasional gingga internasional.

“Ternak saya di rumah, dari Solo. Tapi pengiriman saya sampai ke seluruh Indonesia dan sudah bisa memenuhi segmen pasar luar negeri untuk Asia. Untuk promosi saya maksimalkan dari media sosial, untuk menjaga kualitas ikannya saya terapkan pembiakkan selektif,” ujar dia.

Khusus untuk pengiriman di Pulau Jawa, Ricky memakai jasa pengiriman dari TIKI. Sejauh ini pengiriman aman selama estimasi perjalanan 3-4 hari. Terpenting packing dipastikn baik untuk antisipasi potensi kematian, seperti perubahan suhu, bocor, dan lain sebagainya.

“TIKI paling cepat lah untuk berkirim ke seluruh Pulau Jawa. Packing dari saya sendiri. Dari TIKI hanya ditambah stiker fragile dan life animal, jadi makin aman,” kata owner Fine Guppy tersebut.

Industri hewan seperti yang dia lakoni ini meningkat pesat saat pandemi. Di kala berbagai bisnis mulai redup, bisnis yang mengandalkan sisi hobi masyarakat ini melonjak tajam kala berbagai kegiatan masyarakat dibatasi ketat waktu itu.

“Sejauh ini pelayanan TIKI sangat baik. Dari kurir maupun gerai pelayanannya memahami bagaimana cara memperlakukan ikan. Bahkan beberapa kali ada workshop dengan teman-teman komunitas tentang cara berkirim ikan hias yang aman. Yang pasti jasa pengiriman yang baik ini sangat menunjang bisnis seperti ini,” beber Ricky.

Operasional Manajer TIKI Solo Dody Sigit Gunawan membenarkan bahwa TIKI telah melayani jasa pengiriman untuk life animal sejak lama. Pelayanan itu pun terus dikembangkan. Salah satunya dengan melayani pengiriman reptil.

Di saat sejumlah kompetitor belum bisa melayani pengiriman seperti itu, TIKI hadir untuk memberikan pelayanan prima bagi para pelanggannya.

“Pengiriman satwa seperti ini memang menjadi segmen khusus yang kami layani sejak beberapa tahun terakhir. Jika dipersentasekan, mungkin segmen penggunanya ada 10 persen di luar segmen general yang kami layani,” kata dia.

Demi meningkatkan pelayanan dan kenyamanan pelanggan, TIKI sesekali menerapkan promo seperti penghapusan surcharge dan sebagainya. Bahkan sejak 2020, dihadirkan layanan Jempot (jemput online), sehingga memudahkan pelanggan untuk tetap bisa berkirim barang tanpa harus pergi keluar rumah. Pelanggan pun bisa mengecek barang yang dikirimkan secara real time melalui website resmi TIKI maupun ke customer service yang ada di setiap gerai pelayanan.

“Layanan Jempol ini sangat memudahkan kerena kurir yang datang akan dilengkapi dengan membawa timbangan dan keperluan untuk packing. Jadi transaksi sekaligus pengemasan bisa langsung dilakukan di tempat,” jelas Dody.

“Selain itu, untuk pengiriman life animal kami juga bisa membantu untuk pengurusan surat karantina sehingga memudahkan pelanggan yang repot melengkapi berkas perizinan saat hendak berkirim hewan menggunakan TIKI,” lanjut dia.

Sebagai pioner jasa logistik dan ekspedisi di Indonesia, TIKI yang sudah hadir sejak 1970 itu berkembang menjadi perusahaan yang amanah bagi masyarakat. Jejaring profesional sudah ada di 65 kota besar, dengan lebih dari 500 kantor perwakilan dan 3.700 gerai pelayanan. Daya jangkaunya telah mencapai 90 persen wilayah Indonesia.

Dikatakan Dody, TIKI ingin menjadi rekan yang terpercaya untuk pengembangan bisnis masyarakat. Tujuannya, untuk merangsang tumbuhnya usahawan-usahawan baru atau startup, termasuk di bidang agribisnis.

“Untuk pengiriman life animal, pandemi manjadi momen yang masif. Guna memastikan keamanan paket yang dikirim dan menjaga kepercayaan pelangga,n kami selalu mengacu pada standar yang telah ditetapkan,” ucap dia.

Yakni mengutamakan syarat-syarat pengiriman, seperti SKKH, dokumen karantina hingga persyaratan packing yang tepat untuk berkirim hewan. “Bahkan, TIKI satu-satunya jasa pengiriman yang punya standar dan kompetensi karantina seperti yang diminta Kementerian Kelautan dan Perikanan,” tandas Dody.

Sumber: https://radarsolo.jawapos.com/ekonomi/21/08/2022/layanan-pengiriman-animal-life-tiki-kunci-moncernya-bisnis-hewan-peliharaan/