Blog image

Asrindra B.W

04 June 2021, 09:33

Sang Putri dan Kupu-Kupu

“Papa tolong bacakan cerita dong”, kata Anya kepada Papanya sambil menyodorkan buku cerita kesayangannya. “Oh ini buku cerita yang kita pesan lewat online kemarin ya?”. “Iya Pa, tadi diantar Mas TIKI”, kata Anya. Lalu Papanya mulai membacakan cerita buat Anya.

Suatu hari seorang putri datang ke seorang guru. Ia tampak muram dan lelah. “Saya Ingin Bahagia Guru, bagaimana caranya?”, tanya putri itu. “Saya sudah cari kemana-mana tapi saya tidak bahagia”, katanya lagi.

Sang Guru tersenyum, ia bertanya kepada Sang Putri,” kenapa Kau cari bahagia?”. Sang Putri menjawab,”karena saya punya prestasi di semua bidang, dan saya mempunyai semua harta yang ada di dunia, tapi saya selalu merasa kurang”, jawab Sang Putri.

Sang Guru menjawab,” coba lihat sekeliling kita, kita sedang di taman. Nah sekarang coba Kau lihat itu ada kupu-kupu yang sedang hinggap di bunga”. “Oh iya Guru, cantik sekali kupu-kupu itu”, saya coba tangkap ya”, kata Sang Putri yang segera melompat dan mengejar kupu-kupu itu. Tak berapa lama Sang Putri itu kembali. “Susah Guru, saya agak bisa menangkap mereka itu”. “Nah, kebahagiaan seperti kupu-kupu itu. Semakin kita mengejarnya semakin lari dari kita”, kata Sang Guru.” Terus bagaimana caranya untuk bisa menangkap kupu-kupu itu Guru?”, tanya Sang Putri. Sang Guru tidak menjawab, ia hanya merebahkan dirinya ke rumput di taman itu. “Menyatulah dengan alam”, kata Sang Guru. “Bagaimana cara menyatu dengan alam?”, tanya Sang Putri.” Coba rasakan sinar matahari yang mengenai kulit mu, coba hirup udara di sekitarmu dan bersyukurlah karena kita masih di beri kesempatan hidup oleh Sang Pemberi Hidup”. “Tinggalkan ego mu”, kata Sang Guru. “sebab tidak ada orang yang mempunyai ego, itu bahagia“dan tinggalkan juga semua keinginanmu”, lanjut Sang Guru. Sang Putri lalu mengikuti kata Sang Guru. Ia mulai fokus ke saran Sang Guru dan mulai melupakan segala masalahnya. Lalu Ia menemukan yang berbeda, ia merasakan kedamaian dalam hatinya. Dan saat Sang Putri sedang menikmati kedamaian, datanglah seekor kupu-kupu di badannya dan Sang Putri itu dengan mudah menangkap kupu-kupu itu.

“Nah itu dia ceritanya”, kata Papa samabil menutup buku ceritanya. “Yuk kita makan dulu martabak kesukaan Anya, Papa laper nih”. Kemudian Papa dan Anya berjalan menuju meja makan dan menyantap martabak kesukaan mereka.