Blog image

Asrindra B. W.

20 September 2021, 11:32

7 Tips Agar Kamu Menjadi Pemimpin yang Baik (Bagian Pertama)

Jam dinding di ruangan kantor baru menunjukkan pukul 8 pagi, namun Andri sudah sibuk di kubikelnya. Hari ini ia akan presentasi di depan pimpinannnya dan pimpinan dari departemen lain.

Setelah selesai mempersiapkan bahan presentasinya, Andri melihat ke ruangan Pak Mukhtar. Pimpinan departemennya sudah duduk di ruangannya. Lalu Andr menuju ke sana. “Permisi Pak, kata Andri saat masuk ke ruangan Pak Mukhtar. “Hai Ndri, masuk”, kata Pak Mukhtar. “Eh kamu suka ngopi juga kan? Saya bikinkan kamu kopi ya. Ini Kopi dari Lampung. Nah sekrang mana bahan presentasimu?”, tanya Pak Mukhtar. “Eh ini Pak, kata Andri. Pak Mukhtar dan Andri berdiskusi tentang bahan presentasi hari ini. “Nah kamu kan sudah menjadi pemimpin, Saya akan kasih tips supaya kamu bisa menjadi pemimpin yang baik:

  1. Belajar.
    Bacalah buku-buku yang akan menginspirasi, menguatkan karakter, dan mengingatkan kepada contoh-contoh para pemimpin terbesar di dunia kita. Dan dengarkan audiobook dengan topik seputar keunggulan bisnis, pembangunan kerja sama tim, inovasi kesehatan, hubungan, dan motivasi pribadi.
  2. Peneguhan.
    Salah satu cara terbaik mengatasi keyakinan yang terbatas dan program-program gagal dalam pikiranmu adalah menngulang-ulang secara konsisten pernyataan-pernyataan tentang pemimpin seperti apa dirimu kelak dan pencapaian-pencapaian yang ingin diwujudkan. Sebagai contoh, mengulangi peneguhan ”Hari ini aku akan mencurahkan perhatian dan sangat bersemangat melakukan semua tugasku” , beberapa kali pada awal harimu akan menciptakan pola pikir pemenang dan kondisi perasan sebagai pemenang untukmu.
  3. Visualisasi.
    Pikiran berjalan melalui rangkaian gambar. Semua pencapaian di luar dimulai dari dalam pikiran. Semua kemajuan tidak lain adalah bayangan kreativitas yang diwujudkan.
  4. Tuliskan
    Menulis adalah cara luar biasa uuntuk menjadi pemikir yang lebih jernih, untuk membangun kesadaran diri yang sangat tinggi, dan untuk mencatata hasil yang di rencanakan. Catat pemikiran, perasaan, harapan, dan impianmu. Bisa juga untuk menuliskan semua rasa syukur kita. Karena kehidupan adalah anugrah, dan semua itu patut di catat.

Nah minggu depan kita sambung lagi, lalu Saya kasih kamu buku ini “The Leader Who had No Title” karya Robin Sharma. Kamu baca lalu tiap minggu saya akan tanya apa yang kamu dapat dari buku ini. Sekarang kita ke ruang meeting. Kamu sudah siap presentasi?”, tanya pak Mukhtar. “Siap Pak, kata Andri. Dan merekapun ke ruang meeting.