Blog image

Asrindra B. W.

27 September 2021, 09:52

7 Tips Agar Kamu Menjadi Pemimpin yang Baik (Bagian Kedua)

Pagi hari pukul 08.00 WIB, Andri sudah berada di kantor. Ia mengambil buku pemberian dari atasannya Pak Mukhtar. Minggu lalu ia di ajarkan 7 Tips Menjadi Pemimpin Yang Baik (lihat di sini). Pagi ini Ia pasti akan di tanya pak Mukhtar lagi. Ia mulai mengamati buku “The Leader Who had No Title” karya Robin Sharma. Lalu ia menemukan sambungan dari 7 Tips menjadi Pemimpin yang Baik yang Pak Mukhtar berikan. Dan ia langsung membacanya.

“Hai Ndri, Wah kamu sedang membaca buku yang saya berikan minggu lalu ya?. Bagus. “, kata pak Mukhtar. Rupanya Ia sudah berada di ruangan, saat Andri tidak menyadarinya. “Pagi Pak, iya nih buku yang Bapak berikan sudah saya baca sebagian. Saya juga menemukan Tips menjadi Pemimpin yang Baik. Ini Pak 7 Tips Menjadi Pemimpin Yang Baik bagian kedua:

  1. Menetapkan tujuan.
    Sebagai Pemimpin, kita harus menetapkan tujuan Pak. Menetapkan dan berhubungan kembali dengan tujuan kita secara rutin adalah displin kesuksesan yang kuat. Tujuan akan menciptakan tingkat fokus yang tinggi dalam karier di kehidupan yang akan memunculkan harapan dan energi positif.
  2. Berolahraga.
    Nah ini yang saya agak berjuang melawan kemalasan saya Pak. Padahal menggerakkan tubuh setiap hari akan meningkatkan fungsi otak, menghasilkan energi jauh lebih besar, membantumu mengatur tekanan lebih efektif, dan mencapai kinerja puncak di tempat kerja.
  3. Nutrisi
    Makanan menentukan kualitas kerja kita Pak. Dengan makan seperti seorang juara, energi kita akan tetap berada di puncak dan suasana hati akan selalu positif. Kalau ini saya selalu siap Pak. Apalagi sekarang ada layanan PUTAR dari TIKI Pak. Makanan sehat dan buah-buahan selalu cepat saya dapatkan karena untuk layanan dalam kota Jakarta harganya sangat terjangkau dan dalam waktu 3 jam pasti sampai.

“Itu lanjutan tipsnya Pak”, kata Andri. “Bagus Ndri, kamu sudah melangkah menjadi Pemimpin yang baik. Nah sekarang saya minta proposal yang akan kita berikan ke departemen lain.” Kata Pak Mukhtar. “Siap Pak. Ini sudah saya siapkan.nanti saya ke ruangan Bapak”. kata Andri.